``

10 Hal tentang Pekanbaru Dibandingkan dengan Balikpapan

Tak terasa, saya dan istri sudah 3 bulan menetap di Pekanbaru sejak kepindahan kami dari Balikpapan. Alhamdulillah sejauh ini kami tidak terlalu merasa "asing" tinggal di lingkungan tetangga dan teman2 yang baru.

Kami juga tidak merasa "jauh" karena harus tinggal di pulau Sumatra serta jauh dari sanak saudara. Mungkin karena sekarang segala jenis komunikasi sudah ada dan lancar. Ada email, sms, dan telepon. Jarak menjadi sesuatu yang virtual saja.

Ada 10 hal yang menjadi catatan buat saya selama 3 bulan tinggal di sini:

  1. Cuaca di Pekanbaru dan di Balikpapan sangat mirip. Tidak bisa ditebak, sekarang panas terik, beberapa menit kemudian bisa hujan lebat. Padahal kedua kota ini secara geografis berbeda: Pekanbaru adalah kota pinggiran Sungai, sedangkan Balikpapan benar2 di pinggir laut.
  2. Pekanbaru is bigger, tapi Balikpapan lebih bersih dan teratur. Lalu lintas di Pekanbaru pun lebih padat dibandingkan di Balikpapan.
  3. Di Pekanbaru, suasana lokalnya lebih terasa. Maksud saya, di sini kita benar2 merasa berada di atas buminya orang Melayu. Kita bisa mendengar orang berbicara dengan logat Melayu ataupun Minang. Bangunan2 di kota pun banyak yang arsitekturnya bergaya khas daerah. Masyarakat di Balikpapan lebih heterogen. Selama 5 tahun lebih saya tinggal di sana, saya merasa seperti tinggal di Jawa saja, bukan di Kalimantan.
  4. Pekanbaru lebih jauh dari Jogjakarta. Dulu saya hanya perlu waktu 1 jam 40 menit untuk bisa pulang ke Jogja. Sekarang, saya harus transit dulu di Jakarta kalau mau pulang ke Jogja. Begitu juga kalau mau pulang ke Balikpapan.
  5. Pekanbaru punya makanan khas, Balikpapan tidak. Hehehe. Di sini makanannya sangat terasa sekali kekhasannya, istilahnya: Sumatra banget gitu loh.
  6. Kesenjangan sosial lebih kelihatan di Pekanbaru (atau mungkin lebih luas lagi: di Riau). Baik Riau maupun Kalimantan Timur, keduanya merupakan 2 propinsi terkaya di Indonesia. Di Balikpapan, kita bisa merasakan bahwa taraf hidup masyarakat di sana relatif lebih baik dan cukup makmur. Selain itu, kesenjangan sosialnya sangatlah rendah. Tapi di Pekanbaru, kita bisa melihat kesenjangan sosial di beberapa tempat. Dalam perjalanan dari rumah saya ke pusat Kota Pekanbaru misalnya, kita akan melewati rumah2 penduduk yang kurang layak huni lagi dan saat banjir bisa terendam hingga di atap. Namun setelah berada di pusat kota, maka kita akan merasa berada di kota yang sangat kaya, gemah ripah loh jinawi.
  7. Harga2 barang mungkin sedikit lebih mahal di Pekanbaru. Tapi, ada teman saya yang bilang kalau harga di Balikpapan justru lebih tinggi. Yang jelas, harga2 barang di kedua kota ini sama2 tinggi bila dibandingkan dengan kota lain di Indonesia.
  8. **Hantu Byar-pet **alias listrik mati ternyata sama2 menjadi momok di kedua kota ini. Ironis sekali mengingat kedua propinsi ini: Riau dan Kalimantan Timur, adalah propinsi yang kaya dengan sumber daya alam minyak bumi.
  9. Di Pekanbaru suasana keislamannya lebih terasa. Mungkin karena akar budaya Melayu yang memang sangat kental dengan pengaruh agama Islam. Misalnya, ajang seperti MTQ menjadi event rakyat yang besar dan rutin. Ini yang tidak saya temui di Balikpapan.
  10. **Di sini, para pemimpin atau pejabatnya lebih narsis **dibandingkan dengan para pejabat di Balikpapan. Kalau kita jalan2 di Pekanbaru, kita bisa melihat belasan baliho dan spanduk dengan foto para pejabat daerah terpampang di dalamnya. Mungkin ini sesuatu yang lumrah saja di sini, tapi bagi saya hal ini cukup mengganggu dan terlalu berlebihan.

Overall, tinggal di Pekanbaru cukup menyenangkan dan tidak terlalu berbeda dengan kehidupan di Balikpapan.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.