``

4 ramadhan 1434h: abu bakar ash-shiddiq - bagian kedua

Melanjutkan pembahasan tentang Abu Bakar Ash-shiddiq RA pada malam sebelumnya, kali ini disebutkan beberapa ciri-ciri fisik beliau: orangnya kurus, memiliki kulit yang berwarna putih, wajahnya senantiasa berkeringat, berkening lebat, sangat halus perasaannya, mudah tersentuh hatinya dan** mudah menangis**.

Dalam satu riwayat dikisahkan ketika Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar bahwa dirinya ingin hijrah ke kota Madinah, lalu Abu Bakar menjawab sambil menangis, "Saya siap menemani perjalananmu menuju Madinah wahai Rasulullah."

Dalam riwayat yang lain dikisahkan saat perang Badar, Rasulullah SAW mengangkat tangannya tinggi-tinggi memohon dan bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan kemenangan pada perang tersebut. Saat itu Abu Bakar pun melihat betapa bersungguh-sungguhnya Rasulullah bermunajat kepada Sang Khalik, lalu beliau pun menangis.

Pembahasannya berikutnya adalah tentang sikap ahlul bayt (keluarga dan keturunan Rasulullah SAW) terhadap Abu Bakar Ash-shiddiq RA. Banyak fitnah-fitnah yang ditimbulkan oleh kalangan Syi'ah** menyebutkan bahwa antara ahlul bayt dan Abu Bakar Ash-shiddiq itu banyak terjadi pertentangan. Padahal yang sesungguhnya terjadi tidak seperti itu.

Salah satu istri Abu Bakar adalah Asma binti Umais, yang sebelumnya pernah menikah dengan Ja'far bin Abi Thalib sebelum beliau terbunuh di perang Mu'tah. Anak Ja'far kemudian diasuh oleh Abu Bakar. Lalu kemudian setelah Abu Bakar meninggal, Asma dipersunting oleh Ali bin Abi Thalib dan anak Asma dari Abu Bakar, yaitu Muhammad, diasuh oleh Ali bin Abi Thalib. Ini membuktikan bahwa berdasarkan faktar sejarah, ahlul bayt tak ada permusuhan dengan Abu Bakar Ash-shiddiq RA.

Kisah lainnya adalah ketika pada suatu hari Ali bin Abi Thalib didatangi oleh seorang lelaki dan berkata kepadanya tentang khilafah, "Wahai Ali, sesungguhnya engkaulah orang yang paling berhak memegang tampuk kekhilafahan setelah Rasulullah SAW."

Menjawab Ali bin Abi Thalib, "Abu Bakar Ash-shiddiq mempunyai 4 kelebihan yang tidak mungkin saya capai, saya kejar dan saya peroleh. Yang pertama adalah beliau adalah orang yang paling pertama dan mendahului saya dalam menyebarkan Islam."

"Kelebihan Abu Bakar yang kedua adalah dia lebih dahulu hijrah. Kelebihan yang ketiga adalah beliaulah yang menemani Rasulullah di dalam gua. Dan yang keempat adalah beliau diizinkan oleh Rasulullah untuk memimpin sebagai imam di dalam sholat."

**Ini menjadi bukti bahwa benar-benar tidak ada perselisihan antara Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib maupun ahlul bayt.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.