``

bangsa yang klenik

Fenomena Dukun Ponari pasti menimbulkan keprihatinan pada sebagian besar orang. Ternyata masih ada saudara2 kita sebangsa dan se-tanah air yang masih menggadaikan harga diri dan mengabaikan logika mereka ke tempat pengobatan seperti itu. Mereka rela berdesak2an dan berpanas2an menahan lapar dan haus hingga berjam2 hanya untuk mengantri dan mendapatkan celupan batu dari sang dukun yang baru berusia 11 tahun ini, yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Majalah Tempo edisi minggu ini (9 - 15 Februari 2009) menurunkan sebuah artikel tentang maraknya caleg yang datang ke paranormal atau tempat2 yang dianggap keramat. Tentu saja tujuan para caleg itu adalah untuk mendapatkan 'bekal' sebelum maju bertarung pada pemilu nanti.

Jumlah caleg yang menggadaikan keimanan mereka seperti itu pasti sangat banyak. Tak bisa dipungkiri bangsa kita ini memang masih sebuah bangsa yang doyan klenik dan lemah iman. Dari dulu sampai sekarang, kita pasti sering mendengar banyak pejabat maupun pengusaha yang datang ke paranormal2 atau ke kuburan2 supaya mendapatkan 'pamor' atau 'pesugihan'.

Sebenarnya kalau dipikir2, para caleg yang datang ke paranormal atau tempat2 keramat itu pasti sudah punya niat lain selain sekedar mengabdi untuk rakyat. Sudah pasti mereka menggebu2 menjadi caleg karena ingin mendapatkan kedudukan atau harta. Kalau memang punya niat tulus mengabdi untuk rakyat (sayangnya jumlah caleg yang seperti ini mungkin hanya segelintir saja), pasti seorang caleg akan mempersiapkan diri dengan cara2 yang lebih masuk akal dan punya program yang benar2 berorientasi ke rakyat, bukan ke dukun.

Jadi, intinya jangan pilih caleg yang pergi ke dukun atau bersemedi 7 hari 7 malam di kuburan!

Ngomong2 tentang masalah perdukunan, saya punya pengalaman sedikit. Ceritanya waktu itu saya tinggal menunggu hari saja untuk pindah ke Balikpapan karena baru diterima kerja di kota itu. Suatu sore, saya diajak oleh orang tua saya ke rumah seorang kerabat. Katanya sih mau silaturahmi sekalian pamitan dan minta doa restu.

Waktu sudah di rumah kerabat tersebut, awalnya kami ngobrol2 biasa. Tapi beberapa saat kemudian, sang empunya rumah tiba2 berdiri dan menghampiri saya. Lalu, dalam sekejap mata, tiba2 jempol tangannya ditempelkan di jidat saya lalu ditekan2 beberapa kali. Saya yang tidak siap dengan kondisi seperti itu hanya bisa terdiam. Kejadiannya mungkin hanya 3 - 5 detik saja soalnya.

Setelah itu, si kerabat itu hanya tersenyum2. Saya melirik ke orang tua saya, mereka pun tersenyum2. Lalu, katanya saya tadi diberi 'bekal' sebelum pergi ke Balikpapan! @%!^[email protected]^

Waktu itu saya langsung gondok segondok2nya. Gila, tanpa ijin dari saya, tiba2 orang ini 'memasukkan' benda asing ke tubuh indah saya ini???...tapi ya saya hanya bisa pasrah dan berharap mudah2an benda tersebut bisa keluar dan Allah masih mengampuni dosa saya karena ini bukan kemauan saya.

Setelah peristiwa itu hingga detik ini, saya sih alhamdulillah tidak pernah merasakan hal yang aneh2 atau merasakan ada sesuatu di badan saya. Mudah2an sudah tidak ada ya. Apalagi waktu itu saya sempat ikut rukyah.

Satu2nya hal yang saya rasakan adalah dulu waktu belum menikah, banyak kaum wanita yang sering mencuri2 pandang ke saya. Dan kalau melihat saya, air liur mereka sampai meluap. Yah, entahlah apakah itu akibat 'benda' tadi atau memang aura saya yang memang dahsyat. 😀

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.