``

Bekerja secara Fleksibel

Banyak yang tidak tahu kalau hari ini (22 Mei 2019) adalah International Flexible Working Day yang bertujuan untuk mempromosikan atau memperkenalkan lingkungan kerja yang fleksibel atau Flexwork. Pengaturan kerja yang fleksibel bisa berupa penerapan kerja paruh waktu (part time), pengaturan jam kerja yang fleksibel (masuk telat, pulang telat), job sharing, dan lain sebagainya.

Riset membuktikan bahwa Flexwork memiliki beberapa manfaat bagi pekerja, tim kerja maupun organisasi / perusahaan secara keseluruhan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain adalah pengaruh positif terhadap kesehatan, produktivitas dan kepuasan kerja yang meningkat, kerja tim yang lebih baik, serta tingkat retensi karyawan yang lebih baik.

Karena perusahaan tempat saya bekerja sudah mengkampanyekan Flexwork bagi para karyawannya sejak beberapa tahun terakhir, maka saya mau sharing sedikit tentang bagaimana penerapan Flexwork ini di tempat kerja saya.

Setiap orang punya urusan dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu masing-masing karyawan juga mendefinisikan fleksibilitas secara berbeda pula. Nah, perusahaan berusaha untuk mengakomodasi hal tersebut sehingga karyawan diharapkan bisa mendapatkan work and life balance yang ujung-ujungnya sebenarnya supaya produktivitas meningkat dan perusahaan mendapatkan manfaat dari hal tersebut.

Di sini Flexwork dibagi menjadi 2 jenis: formal dan informal. Yang dimaksud dengan Flexwork formal adalah Flexwork yang implementasinya bisa mempengaruhi kontrak kerja si karyawan. Contohnya adalah kerja part time dan cuti tanpa tanggungan.

Sedangkan Flexwork informal adalah Flexwork yang implementasinya tidak memiliki pengaruh terhadap kontrak kerja si karyawan. Contohnya termasuk jam kerja yang fleksibel dan telecommuting (bekerja dari rumah).

Dari apa yang saya amati, karyawan yang bekerja part time sebagian besar adalah perempuan dan hampir semuanya karena alasan mengurus anak. Alasan lainnya termasuk mengambil kuliah part time, atau memiliki komitmen lain di luar pekerjaan. Mereka dapat bekerja 2 hingga 4 hari saja dalam seminggu (dibandingkan kerja full time yang 5 hari dalam seminggu).

Beberapa karyawan (termasuk saya sendiri) kadang bekerja dengan jam kerja yang fleksibel. Contohnya selama bulan Ramadan, saya datang lebih pagi ke kantor yaitu sekitar jam 6.30 pagi, tapi bisa pulang lebih cepat juga, yaitu sekitar jam 3.30 (jam kantor normal adalah jam 4.30 sore).

Lain waktu, saya mesti mengantar anak-anak ke sekolah karena istri saya sedang punya urusan lain. Saya bisa meminta ijin ke supervisor saya agar bisa bekerja dari rumah atau telecommuting. Saat bekerja telecommuting, saya tetap mengakses email dan pekerjaan kantor lainnya dari rumah namun sekaligus bisa antar jemput anak-anak ke sekolah juga.

Pengaturan Flexwork ini bisa diinisiasi oleh si karyawan, supervisor maupun secara tim. Yang terpenting adalah komunikasi dan kepercayaan, sehingga urusan kantor tidak terbengkalai namun komitmen pribadi bisa terakomodasi juga.

Sebagai karyawan, tentu saja saya merasa senang bisa mengakses fasilitas ini karena itu berarti saya bisa mempunyai waktu lebih untuk keluarga dan urusan pribadi lainnya.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.