``

(berlagak) jadi juri

Pada hari sabtu yang lalu, saya menjadi salah satu panitia kegiatan lomba berpidato bahasa Inggris di kantor. Saya kebagian tugas sebagai timer atau penjaga waktu. Ya, soalnya dalam lomba ini, waktu untuk berpidato dibatasi hanya 10 menit per peserta. Jadi, walaupun pidatonya bagus dan berapi2, tapi kalau melebihi (atau kurang dari 6 menit), maka peserta itu dianggap gugur.

Sebagai timer, saya duduk di depan mimbar bersama dengan 3 orang juri. Yah, sekali2 berlagak jadi juri kan tidak ada salahnya.

Pesertanya lumayan banyak: 11 orang. Untuk ukuran perlombaan yang diadakan di kantor saya, itu sudah cukup banyak. Panitia puas karena antusias para karyawan dan anggota keluarganya ternyata lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penontonnya memang tidak terlalu banyak, karena pagi itu, seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, terjadi banjir dan tanah longsor di Balikpapan. Mungkin banyak yang tidak datang karena terhalang cuaca yang buruk. Tapi alhamdulillah, panitia bisa tetap melaksanakan hajatan ini dan para peserta bisa hadir semua untuk berkompetisi.

Pesertanya terdiri atas karyawan dan anak atau istri karyawan. Dan hebatnya, ternyata yang juara adalah anak2 karyawan. Kebanyakan masih duduk di bangku SMU. Mereka benar2 hebat, bahasa Inggrisnya bagus sekali. Saya tidak ada apa2nya. Terkadang saya merasa malu juga, sudah tua begini, bekerja di perusahaan asing pula, tapi bahasa Inggrisnya masih berantakan.

Oh iya, ini adalah beberapa foto yang diambil dari acara tersebut. Karena saya narsis, yang saya tampilkan di sini tentunya adalah foto2 yang ada saya-nya.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.