``

buku Edensor

Saya baru saja selesai membaca buku ketiga tetralogi Laskar Pelangi, Edensor. Lucu juga. 😀

Bagi yang sudah membaca buku pertama dan kedua, tentu sudah akrab dengan kata Edensor, sebuah desa kecil di Eropa yang digambarkan sangat indah dan damai, yang selalu ada dalam impian Ikal alias Andrea Hirata. Tapi jangan harap buku ini banyak menceritakan tentang Edensor, sebaliknya desa kecil ini hanya muncul di akhir buku.

Setting cerita dalam buku ini diambil di luar negeri, tepatnya di tempat si Ikal dan Arai bersekolah untuk mengambil gelar Master mereka, yaitu di Perancis dan di Inggris. Sama seperti buku pertama dan kedua, cerita dalam buku ketiga ini banyak dibumbui dengan kisah2 nan menggelikan namun cerdas dan menarik dalam jalinan kata2 yang indah. Saya masih terkagum2 dengan cara sang penulisnya merangkai kata2. Sungguh, ternyata bahasa Indonesia (atau Melayu ya tepatnya) bisa sedemikian indahnya!

Dikisahkan bagaimana Ikal dan Arai menemui kegamangan budaya dan bertemu dengan berbagai macam bangsa di sana. Bayangkan, dua anak manusia dari pedalaman Melayu, kemudian mereka harus hidup dan bergaul di salah satu pusat peradaban dunia yang modern dan sangat heterogen!

Bagian yang paling banyak mengisi keseluruhan isi cerita dalam buku ini adalah petualangan Ikal dan Arai menjelajahi berbagai negara di Eropa, mulai dari Eropa Barat, ke Skandinavia kemudian ke Eropa bagian timur lalu ke selatan terus hingga menyeberang ke Afrika.

Dan dalam pengembaraan tersebut, Ikal juga mencari cinta pertamanya, A Ling. Pada akhir petualangannya di Afrika nanti, walaupun Ikal tetap tidak berhasil menemukan A Ling, tapi dia berhasil menemukan apa yang selama ini dicarinya, yaitu cinta.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.