``

buruh

Alhamdulillah saya sudah tiba kembali di Pekanbaru dengan selamat malam ini. Tadi sore saya sempat khawatir akan ketinggalan pesawat dari Jakarta karena isu jalanan yang akan macet karena demo buruh yang belum puas dengan keputusan penetapan upah minimum. Nyatanya lalu lintas dari kawasan Senayan ke bandara Soekarno - Hatta cukup lancar sehingga saya pun tiba di sana lebih awal daripada yang saya perkirakan sebelumnya.

Ngomong-ngomong tentang aksi demo para buruh tersebut, saya jadi ingat cerita seorang teman waktu saya masih bertugas di Perth, Australia. Waktu itu kebetulan juga sedang ada demonstrasi dari para pekerja tambang kepada sebuah perusahaan terkemuka di sana. Saya tak ingat pasti apa isi tuntutannya.

Kata teman saya itu, aksi demo para pekerja tambang itu dikendalikan oleh seseorang yang dia kenal. Seseorang ini adalah pentolan serikat buruh yang menarik iuran dari para anggotanya. Jumlahnya kalau ditotal cukup besar dan itu katanya untuk membiayai operasional serikat buruh yang ia pimpin.

Nah teman saya ini katanya pernah diundang ke apartment si pentolan serikat buruh tersebut. Yang bikin teman saya takjub adalah karena si pentolan tadi itu tinggal di sebuah unit apartment mewah yang berada di lokasi elit. Teman saya punya dugaan yang kuat bahwa uang untuk menyewa apartment tersebut berasal dari iuran anggota serikat buruhnya karena sehari-hari kerjanya ya cuma mengurusi organisasinya tersebut, tak ada bisnis atau pekerjaan lain.

Seandainya dugaan teman saya ini benar, alangkah mirisnya ya bahwa ada orang yang hidup berlebihan dari iuran anggota serikat buruh sementara mereka masih harus berdemo untuk menuntut kenaikan upah demi kehidupan yang lebih layak.

Jangan-jangan itu pula yang terjadi di Indonesia...?

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.