``

cepat sembuh ya, mama

Bulan September tahun lalu, Mama saya memasuki usia yang ke-60. Pada hari ulang tahunnya itu, beliau masih cukup sehat dan segar meniup lilin kue ulang tahun dengan dibantu oleh kedua cucunya, Luna & Bima. Saat itu, beliau dan Papa saya memang sedang berkunjung ke kediaman kami di Rumbai.

Setelah sekitar satu bulan di Rumbai, Mama jatuh sakit hingga harus dirawat inap di rumah sakit selama 2 hari. Sempat beristirahat di rumah selama seminggu, kondisi Mama kembali drop dan harus dirawat inap lagi selama 3 hari. Keluhannya saat itu adalah sakit kepala yang cukup hebat. Kata dokter, ada syaraf yang mengalami penyumbatan akibat kadar kolesterol yang cukup tinggi.

Sepulangnya dari rumah sakit, Mama minta langsung pulang ke Jogja. Sebuah permintaan yang tentu tak saya turuti mengingat kondisi fisiknya yang masih lemah. Mama pun masih beristirahat di rumah kami selama kurang lebih seminggu hingga akhirnya saya ijinkan kembali ke Jogja.

Di Jogja, kondisi Mama sempat membaik. Beliau sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi, walaupun sakit kepalanya belum tuntas hilang. Kata dokter, hal tersebut juga disebabkan oleh riwayat Mama yang sebelumnya pernah menjalani kemoterapi selama kurang lebih 2 tahun.

Hingga suatu hari, Mama terpaksa dilarikan ke rumah sakit lagi. Kondisinya melemah kembali, bahkan sempat dimasukkan ke ICU karena dokter mencurigai ada gangguan terhadap kerja jantung. Alhamdulillah, setelah diobservasi selama beberapa hari, jantung Mama dinyatakan normal. Beliau bisa kembali pulang ke rumah.

Namun, bukan berarti kondisi beliau sudah membaik. Sejak saat itu, Mama selalu terbaring di tempat tidur. Nafsu makan beliau turun drastis sehingga asupan makanan ke tubuh menjadi sangat sedikit sekali. Hal ini tentu membuat tubuh Mama makin lemah. 🙁

Berbagai usaha sudah dilakukan, termasuk merujuk Mama ke beberapa dokter. Tapi karena Mama tak mau makan, maka obat-obat yang diberikan pun tak dapat dikonsumsi secara maksimal. Akibatnya tak ada kemajuan atas kondisi Mama selama 2 bulan terakhir.

Tiga hari yang lalu, saya berkesempatan menjenguk Mama ke Jogja. Saat itu, Mama sedang mengeluh pinggangnya terasa amat sakit. Setelah berkonsultasi dengan dokter yang selama ini merawat Mama, akhirnya diputuskan untuk membawa Mama ke rumah sakit lagi. Itupun harus dengan usaha yang ekstra karena Mama tak bisa diangkat ke ambulans dengan mudah akibat kesakitan di bagian pinggang dan punggung.

Setelah dicoba dengan 3 jenis ambulans, akhirnya Mama berhasil dibawa ke rumah sakit Panti Rapih. Di instalasi gawat darurat, Mama diobservasi dan dibawa ke bagian radiologi untuk difoto rontgen dan menjalani pemeriksaan USG. Hasil sementara dari foto rontgen cukup mengagetkan kami. Tapi kami masih berharap bahwa hasil itu bisa salah karena masih diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan untuk mengonfirmasi dugaan awal tersebut.

Saat ini, Mama terbaring lemah dan masih belum mau makan. Selang infus dan selang oksigen menempel pada tubuh Mama yang kian kurus kering.

Saya tak pernah melihat Mama selemah ini sebelumnya. 🙁

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.