``

Film Kambing Jantan

Tadinya saya pikir film Kambing Jantan The Movie: Sebuah Film Pelajar Bodoh bakal membuat perut saya keram dan kaku karena tertawa. Ternyata salah besar. Film ini adalah salah satu film paling garing yang pernah saya tonton.

Raditya Dika, pemeran asli dari tokoh utama dalam film ini terbukti gagal mewujudkan imajinasi jutaan pembaca buku Kambing Jantan: Catatan Harian Pelajar Bodoh yang ditulisnya sendiri dan menuai sukses di pasaran. Dalam buku yang awalnya berasal dari blog pribadi Dika tersebut, pembaca bisa terbawa hanyut dalam cerita2 kocaknya hingga tersenyum2 sendiri atau bahkan tertawa terbahak2 dan berguling2 di tanah.

raddikkambing

Kegagalan ini tentu bukan semata andil Dika, tetapi tentunya juga sang sutradara, **Rudi Sudjarwo. **Dari segi cerita saja, film ini sungguh tak menarik. Gregetnya kurang sangat. Rudi Sudjarwo harus merenung atas kegagalannya dalam film ini, bukan lantas berniat membuat sekuelnya.

Guyonan2 yang mestinya menjadi andalan dalam film ini akhirnya malah menjadi garing. Sungguh. Beberapa kali ada dialog atau adegan yang maksudnya adalah melucu, tapi saya dan istri dan semua orang yang menonton di bioskop tersebut tak ada satupun yang tertawa. Itu terjadi beberapa kali di sepanjang film. Entah itu karena mimik si Dika yang terlalu datar, atau mungkin karena kelucuan di tulisan itu belum tentu bisa menghasilkan tawa kalau diterjemahkan di film.

Yang menolong justru akting Edric Tjandra yang memerankan Haryanto, teman Dika selama kuliah di Adelaide. Walaupun kemunculannya hanya dalam beberapa adegan saja, tapi justru gaya dan polah si Haryanto ini yang lebih menghibur. Mungkin karena Edric memang sudah terbiasa memainkan peran2 komedi di Extravaganza.

Pemeran2 lainnya bagaimana? Sama saja, sami mawon, setali tiga uang. Semuanya serba nanggung. Mulai dari aktris pemeran Kebo, para adik Dika (yang diperankan oleh mereka masing2), dan bahkan sampai aktor sekelas Pung Harjatmo yang memerankan Ayah Dika.

Intinya, film ini sungguh sangat tidak segar dan mengecewakan. Apalagi buat saya yang sudah mulai membaca tulisan2 Dika sejak dia masih menulis di kambingjantan.com. Rekomendasi saya, kalau tidak ingin kecewa sebaiknya tidak usah menonton film Kambing Jantan ini. Payah! 🙁

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.