``

hari2 pertama bersama Luna

Minggu pertama menjalani hidup sebagai seorang ayah ternyata memang sebuah pengalaman yang mengesankan. Ada sebuah perasaan yang timbul namun tidak dapat diungkapkan dengan kata2 setiap kali melihat buah hati saya yang hari ini sudah berumur 6 hari.

Saya sengaja mengambil cuti seminggu lebih karena saya tak ingin melewatkan momen2 pertama bersama Luna. Mulai dari suara tangisannya, mimik mukanya, saat dia menyusu ke bundanya, atau saat2 mengganti popoknya dan memandikannya.

Masih terekam dalam ingatan saya saat menunggu kelahirannya. Saya sendirian duduk di ruang tunggu tempat operasi. Tak ada kabar apapun dari kamar operasi sampai kurang lebih 30 menit setelah istri saya dibawa masuk ke ruang tersebut.

Kemudian handphone tiba2 saya berdering, ibunda istri saya yang kebetulan ikut menemani istri saya di ruang operasi menelpon saya dan meminta saya untuk segera masuk ke kamar operasi. Waduh, ada apa gerangan, saya bertanya dalam hati karena sebelumnya saya tidak mendengar ada suara tangisan bayi dari dalam kamar operasi.

Segera saya bergegas berlari ke kamar operasi dan ketika pintu terbuka barulah saya mendengar suara tangisan keras seorang bayi. Di dalam ruangan tersebut, seorang perawat sedang menggendong seorang bayi perempuan yang berkulit putih kemerahan dan montok. Itulah Luna yang baru saja terlahir di dunia ini.

Sang perawat tersebut kemudian menyerahkan Luna yang masih menangis keras kepada saya untuk digendong dan di-qomat-i. Saya menerima Luna sambil mengucapkan salam. Setelah itu, Luna seperti bereaksi seolah2 sudah mengenal suara saya. Tangisannya berhenti dan matanya seperti mencari2 arah suara saya. Saya pun memperdengarkan lantunan qomat ke telinganya. Luna seperti menyimak suara saya.

Setelah Qomat selesai diperdengarkan, saya menyerahkan Luna kembali kepada sang perawat tadi. Dan Luna pun kembali menangis keras sekali. Saya diminta untuk menunggu di luar lagi.

Karena persalinan Luna dilakukan melalui operasi, maka istri saya harus dirawat inap di rumah sakit selama 3 hari. Dan selama 3 hari itu pula, Luna bisa tidur bersama istri saya di kamar rawat inap. Dalam keadaan masih belum bisa bergerak banyak, alhamdulillah istri saya tetap bisa memberikan ASI kepada Luna.

Sesaat setelah melahirkan, istri saya dan Luna berhasil melewati proses IMD atau inisiasi menyusui dini, sehingga sampai detik ini, Luna hanya mengkonsumsi ASI dari bundanya. Luar biasa sekali ya. 😀

Saya paling suka memandangi Luna ketika tidur. Kelihatannya kok damai dan nyaman sekali, tidak ribet dan pusing memikirkan urusan dunia dan negara. Wajahnya menggemaskan, pipinya merah dan gembil, mirip tokoh kartun Crayon Sinchan. Tapi kalau sudah terbangun karena lapar atau buang air, wah dia bisa menangis keras sekali. Hehehe...

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.