``

keracunan

Hari2 terakhir ini, saya sedang keracunan Blackberry. Kalau lampu LED
sudah berkedip2 merah (tanda ada email yang masuk), rasanya hampir
selalu saya langsung mengambil si buah berry hitam ini lantas memainkan
jari2 saya untuk memutar2 trackwheel-nya. Bahkan di saat sedang meeting di
kantor! Ya Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini...

Saya juga bergabung dengan sebuah milis Blackberry terbesar di
Indonesia. Dari situlah saya juga perlahan2 mengerti banyak hal tentang
Blackberry. Anggota2nya sangat kooperatif dan banyak membantu, apalagi untuk* newbie* seperti saya. Itu sisi positifnya mengikuti milis ini.

Lalu sisi negatifnya? Terlalu banyak ratjoen� di milis itu! Kalau iman
tidak kuat, pengaruh racun2 itu bisa menguasai pikiran dan alam bawah
sadar kita, sehingga akhirnya kita bisa sakaw dan kemudian...yah tahu
sendirilah.... :p

Untungnya sampai detik ini saya masih sehat wal'afiat, belum terkena
pengaruh racun2 itu.

Oh iya, satu lagi. Kebetulan karena saya pengguna Mac, saya juga
mengikuti milis pengguna Mac di Indonesia. Dan saya baru menyadari, sebagian
anggota milis Mac juga ternyata anggota milis Blackberry. Hmmm....

Bicara mengenai gadget, saya mungkin salah satu penderita** impulsive
gadget purchasing disorder** (IGPD), walaupun tidak terlalu akut sih. Tapi
dulu saya sering membeli suatu gadget (biasanya handphone atau PDA)
tanpa perencanaan terlebih dahulu. Itu tidak terjadi satu atau dua kali,
mungkin sudah hampir sepuluh kali. Akibatnya, tabungan saya jebol
sejebolnya. Sedih sih, tapi ya kan saya masih bujangan, boleh dong sedikit
memanjakan diri (pembelaan diri mode: ON).

Kadangkala saya membeli sebuah produk setelah melihat review2nya di
internet, kemudian timbul keinginan untuk membeli. Selanjutnya, tabungan
diperiksa, kalau masih cukup uang untuk membeli, maka saya langsung
mengupayakan berbagai macam cara untuk mendapatkannya. Kalau ternyata kocek
tidak mendukung, maka biasanya saya akan sakaw 3 hari 3 malam.

Beberapa kali juga saya membeli sebuah gadget itu ketika sedang
berjalan2 saja. Kebetulan melihat ada yang menarik, saya hampiri. Dilihat2
bentuknya, fitur2nya, kemudian tawar2an harga. Selanjutnya, proses
memeriksa kocek pun terjadi. Kalau ada sisa uang, langsung deh tuh barang
dibeli. Tapi kalau kocek sedang kosong, biasanya saya kejang2 di depan
toko...

Cukup parah ya? Tapi sekarang saya sudah jauh lebih baik daripada dulu.

Pertanyaan yang mungkin muncul, apa sih yang saya cari pada sebuah
gadget?

Sampai saat ini pun saya tidak tahu jawabannya. Mungkin fitur2nya,
teknologi yang diusungnya. Bentuk? Warna? Mungkin juga. Tapi, biasanya saya
sangat selektif dalam membeli sebuah gadget. Dan gadget dengan fitur
full canggih juga bukan jaminan buat saya untuk membelinya. Tentunya
selain faktor harga ya...

Waduh, kok jadi panjang gini ya posting-nya. Tapi lanjut aja deh dikit
lagi...

Gadget impian saya mungkin harus mengandung beberapa hal berikut
sekaligus:

  1. Teknologi push-email sehebat Blackberry.
  2. Bluetooth dan Wi-fi. Dua fitur ini sudah jadi barang wajib.
  3. Layar sentuh dan keypad QWERTY sekaligus. Seperti Treo, saya suka
    sekali perpaduan dan desainnya.
  4. Batere yang tahan lama. Seperti handset Blackberry, tapi lebih kuat
    lagi. Paling tidak kuat hingga satu minggu tanpa perlu dicharge
    kembali.
  5. Kamera 3 megapixel. Sebenarnya saya juga tidak terlalu sering
    menggunakan kamera pada handphone. Tapi, sangat bagus untuk mengatasi narsis
    saya kalau sedang kumat.
  6. 3G? Ya well, kalau bisa 3G, kenapa tidak?
  7. OS? Hmmm...kalau bisa seperti iPhone yang katanya dipersenjatai
    dengan Mac OSX, keren juga...tapi tetap bisa diinstal dengan berbagai macam
    aplikasi tambahan.
  8. Vibrate. Bergetar. Ya, gadget yang bergetar membuat saya lebih
    bergairah.
  9. Fungsi telepon. Ya, saya lebih menyukai PDA yang juga bisa digunakan
    untuk menelepon. Sehingga saya tidak perlu membawa lebih dari satu
    gadget kemana2.

Kalau seperti fitur nada dering polifonik, ada pemutar musik, pemutar
video, dan sebagainya, saya sih tidak mengharuskan itu ada. Tapi kalau
bisa ada, ya lebih baik.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.