``

Luna Sakit untuk Pertama Kalinya

Tanggal 3 Januari yang lalu, Luna genap berusia 4 bulan. Saat itu, kami sekeluarga sedang berada di Balikpapan untuk liburan, setelah sebelumnya berlibur 9 hari di Jogja. Sesudah menghabiskan waktu kurang lebih 10 hari di Balikpapan, kami bertiga melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan menghabiskan sisa liburan di sana selama 4 hari sebelum pulang ke Pekanbaru.

Perjalanan selama 3 minggu itu ternyata cukup berat bagi anak seumur Luna. Akibatnya sekembalinya di Pekanbaru, Luna menderita batuk dan pilek. 🙁

Awalnya hanya batuk dan pilek ringan. Hari pertama kami tiba di Pekanbaru, Luna langsung dibawa ke dokter. Dokternya pun bilang kalau ini hanya batuk dan pilek ringan. Luna hanya diberi obat pereda batuk yang ringan karena tidak demam.

Sebenarnya suhu tubuh Luna tidak tinggi. Hingga hari ke-4 pun, suhu Luna tetap stabil. Hanya batuk dan pileknya saja yang belum mereda dan makin mengganggu. Tapi yang membuat saya dan istri lebih khawatir adalah setiap kali minum ASI, Luna muntah karena batuk2nya itu.

Puncaknya pada hari ke-4 tersebut, praktis tidak ada ASI yang masuk ke perut Luna, karena setiap kali minum dia selalu muntah karena terbatuk2.

Setelah berkonsultasi dengan dokter anak, akhirnya Luna direkomendasikan untuk dirawat inap agar bisa diinfus dan terhindar dari dehidrasi. Hari jumat sore, Luna diberangkatkan ke rumah sakit dengan infus sudah terpasang di tangan. Hati saya sedih sekali melihat Luna diinfus. 🙁

Sesampai di rumah sakit, Luna harus diambil darahnya. Dan prosesnya ternyata tidak mudah. Pertama, karena katanya pembuluh darah vena bayi masih sangat halus sehingga sulit untuk dicari. Yang kedua, karena kebetulan petugas yang mengambil darah Luna bukan perawat khusus bayi yang benar2 paham bagaimana cara mengambil darah pada bayi.

Yang terjadi prosesnya berlangsung hingga 1 jam dan jarum suntik harus keluar masuk lengan mungil Luna sampai 4 kali sebelum akhirnya 1 cc darah Luna bisa diambil. Luna menangis sejadi2nya. 🙁

Malam pertama, Luna masih belum bisa tidur dengan nyenyak. Selain karena kelelahan karena mengangis, minum ASI-nya pun masih terputus2 hingga pagi harinya. Badannya kelihatan sangat lemas, wajahnya pun kuyu dan pucat.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=vzKTj99L84M]

Untungnya, sore harinya kondisi Luna berangsur membaik. Mungkin karena siangnya perlahan2 dia sudah bisa menelan ASI cukup banyak dari bundanya. Wajahnya sudah tidak terlalu pucat lagi. Obat2 yang diberikan sepertinya memang sudah bekerja.

Malam kedua di kamar rawat inap, Luna sudah mulai ceria lagi. Batuk dan pileknya masih ada, tapi sudah sangat berkurang. Beberapa kali dia juga sudah bisa menyusu dengan lahap. Bahkan sebelum tidur, jarum infus sudah dicabut dari tangannya. Tidurnya pun lebih nyenyak dibanding malam sebelumnya.

Keesokan harinya, Luna sudah diperbolehkan pulang. Dokter anaknya bilang kalau Luna sudah kembali sehat. Alhamdulillah. 😀

Sekarang Luna tinggal menjalani beberapa kali fisioterapi untuk membersihkan lendir dari paru2nya dan menghabiskan obat yang diberikan oleh dokter. Wajahnya sudah kembali ceria dan memancarkan cahaya. Gerakan badannya juga sudah kembali aktif. Oh, senangnya. 😀

Inilah kali pertama Luna mengalami sakit dan alhamdulillah sudah diberi kesembuhan. Mudah2an sakit ini juga makin membuat dirimu kuat ya, nak. 🙂

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.