``

Mendapat Visa Permanent Resident Australia

Hari ini saya menerima kabar bahwa aplikasi pengajuan visa Permanent Resident (PR) Australia kami sudah dikabulkan. Itu artinya saya sudah bisa mencari kerja di Australia. Selain itu, kami sekeluarga sudah bisa tinggal di sana tanpa batasan waktu tertentu. Nanti setelah kami tinggal di Australia, kami akan bisa mengakses layanan-layanan publik seperti jaminan kesehatan dan pendidikan. Anak-anak, misalnya, bisa bersekolah di sekolah publik tanpa dipungut iuran sekolah.

Saya sebenarnya sudah memulai proses pengajuan visa ini sejak 1.5 tahun yang lalu melalui jasa sebuah konsultan imigrasi di Doha. Awalnya saya berniat mengurus semuanya sendiri, namun atas saran seorang teman, saya memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan imigrasi.

Menurut saya, menggunakan jasa konsultan sangat membantu terutama untuk memastikan agar seluruh syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. Selain itu, konsultan juga lebih memahami “medan” dan seluk beluk keimigrasian di negara yang sedang kita tuju.

Ada beberapa jalur yang bisa ditempuh untuk mendapatkan visa PR Australia dan salah satu di antaranya adalah melalui jalur skilled worker yang disponsori oleh salah satu state (negara bagian) di Australia (atau dikenal juga sebagai Visa PR 190). Jalur inilah yang saya tempuh melalui bantuan konsultan imigrasi tersebut. Pilihan ini kami pilih setelah mempertimbangkan beberapa faktor antara lain pengalaman kerja, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan saya sebagai main applicant.

Secara sederhana, proses pengajuan visa melalui jalur ini bisa dibagi menjadi 2 tahap utama:

  1. Mencari sponsorship dari salah satu state
  2. Mengajukan permohonan visa ke departemen imigrasi Australia berbekal sponsorship dari salah satu state

Sponsorship dari state bisa didapatkan apabila state yang bersangkutan membuka lowongan jenis pekerjaan (bukan lowongan pekerjaan ya) yang mereka butuhkan. Daftar jenis pekerjaan (atau occupation list) ini akan selalu berubah setiap waktu, tergantung dari kebutuhan tenaga kerja di state tersebut. Nah, kalau kebetulan jenis pekerjaan yang kita miliki cocok dengan salah satu jenis pekerjaan yang dibuka oleh suatu state tertentu, maka kita bisa mengajukan permohonan sponsorship dari state yang bersangkutan.

Untuk tahap yang pertama, ada banyak sekali dokumen yang harus disiapkan seperti ijazah, surat keterangan dari perusahaan tempat saya (pernah atau masih) bekerja, surat keterangan gaji, akta lahir (termasuk anggota keluarga), dan lain sebagainya. Konsultan imigrasi dalam hal ini membantu dalam mengecek kelengkapan dokumen, dan jika ada dokumen yang belum lengkap ataupun formatnya tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, mereka akan menginformasikan kepada saya untuk melengkapi atau membetulkan formatnya.

Mereka kemudian akan mengumpulkan semua dokumen untuk disiapkan jika ada state yang membuka jenis pekerjaan yang cocok dengan profil saya. Proses menunggu ini tidak bisa diprediksi waktunya, karena seperti yang saya sebutkan di atas bahwa daftar jenis pekerjaan atau occupation list dari masing-masing state selalu berubah.

Beruntung bagi saya, beberapa bulan setelah saya mempersiapkan kelengkapan dokumen, salah satu state membuka lowongan jenis pekerjaan yang cocok dengan profil saya. Pihak konsultan imigrasi langsung menghubungi saya untuk menyiapkan beberapa dokumen lagi dan menulis essay tentang state tersebut sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan sponsorship.

Waktu yang tersedia sejak lowongan tersebut dibuka hingga ditutup hanya seminggu. Namun alhamdulillah saya berhasil memasukkan semua dokumen yang diperlukan sebelum deadline.

Setelah itu saya masih harus menunggu sekian bulan hingga pada suatu hari saya mendapatkan informasi bahwa saya mendapatkan sponsorship dari state tersebut. Proses berikutnya adalah mengajukan aplikasi untuk visa PR 190 kepada pihak departemen imigrasi Australia berbekal sponsorship tadi.

Ada beberapa dokumen lagi yang harus saya siapkan untuk kemudian dikirim ke mereka, di antaranya adalah surat keterangan berkelakuan baik (good characters) dari semua negara yang pernah saya tinggali selama 10 tahun terakhir. Itu berarti saya harus mengumpulkan surat keterangan dari pihak kepolisian di Australia, Qatar dan Indonesia. Untungnya proses untuk mendapatkannya tidak terlalu susah, termasuk yang dari kepoliisian di Indonesia.

Syarat lain lagi yang harus dipenuhi adalah tes kesehatan bagi saya, istri dan kedua anak saya. Pada saat itu, kami sedang berada di Jakarta, sehingga kami melakukan tes kesehatan di salah satu rumah sakit yang ditunjuk oleh pihak pemerintah Australia, yaitu RS Premier Bintaro. Prosesnya selesai dalam satu hari dan hasilnya langsung dikirim ke department imigrasi di Australia.

Dari sini, saya masih harus menunggu sekitar 2 bulan lagi sebelum akhirnya saya mendapat kabar kalau permohonan visa PR saya dikabulkan. Sebenarnya ini lebih cepat dari perkiraan saya, yaitu sekitar 6 bulan. Tapi alhamdulillah baru 2 bulan, prosesnya sudah selesai.

Tahapan berikutnya adalah mengaktifkan visa PR ini dan untuk itu kami sekeluarga harus masuk ke Australia sebelum bulan Juni tahun depan (2018). Itu berarti kami harus segera menyusun rencana perjalanan ke sana.

Semoga dilancarkan. Aamiin.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.