``

narkoba dan AIDS, bagaikan orgasme dan ejakulasi

Tanggal 1 Desember selalu diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Tadi siang, saya ikut menghadiri sebuah kegiatan tentang HIV/AIDS yang disponsori oleh perusahaan tempat saya bekerja. Judulnya **Peduli AIDS 2007 **dan diadakan di Mal Fantasi, Balikpapan. Acara ini dibuka secara resmi oleh Walikota Balikpapan.

Setelah dibuka resmi oleh pak Walikota, acara selanjutnya adalah sharing atau kesaksian dari para ODHA. Di atas panggung duduk 4 orang ODHA dan seorang moderator. Satu per satu, para ODHA tersebut menceritakan pengalaman hidupnya hingga bisa tertular virus HIV tersebut.

Yang pertama berbicara adalah seorang lelaki, kalau tidak salah usianya sekitar 30-an. Dia bercerita bahwa awal mulanya dia adalah anak baik2 dari keluarga yang baik2 dan hangat. Sampai suatu hari, dia melanjutkan kuliah D3 di Jakarta (saya lupa dia berasal dari mana sebelumnya). Di Jakarta ini dia diantar oleh ayah dan ibunya untuk mencari tempat kost2an.

Ironisnya, ternyata seluruh penghuni kost2an tersebut adalah pengguna narkoba. Lelaki ini, yang sebelumnya tidak pernah mengenal narkoba, pun terjerumus menjadi pengguna narkotika suntik. Dalam waktu yang singkat, ia sudah menjadi pecandu kelas berat.

Hidupnya mulai kacau balau. Dari pengguna biasa, dia kemudian malah menjadi bandar narkoba. Menjadi bandar adalah sebuah "keharusan" bagi dirinya, karena dia tidak mempunyai cukup uang untuk membeli shabu2 atau kokain. Satu2nya cara untuk mendapatkan barang2 tersebut dengan cuma2 adalah menjadi bandar.

Kisah selanjutnya, mudah ditebak. Akibat pemakaian jarum suntik secara sembarangan dan bergantian, dia tertular HIV. Dua kali dia mengikuti tes HIV/AIDS. Tes pertama, hasilnya tidak pernah diinformasikan kepadanya secara resmi, karena saat itu dia mengaku tidak siap menerima kenyataan kalau dia tertular HIV dan mengancam akan bunuh diri kalau hasil tesnya positif HIV.

Pada saat tes kedua barulah ia menerima hasilnya dengan lebih lapang dada. Bahkan kenyataan inilah yang membuatnya bisa menata hidupnya dan mengeluarkan dirinya sendiri dari belenggu narkoba. Dia bisa keluar dari cengkeraman narkoba tanpa rehabilitasi.

Saat ini, dia aktif di KKI, sebuah LSM yang aktif di bidang2 kemanusiaan. Dia juga mempunyai seorang istri yang sedang mengandung 3 bulan. Artinya, sebagai ODHA, dia pun tetap bisa hidup normal layaknya orang kebanyakan.

Oh iya, satu lagi ceritanya yang cukup miris adalah mengenai teman2 satu angkatannya di kampus. Katanya, dari 30 orang teman2 seangkatannya yang semuanya adalah pengguna narkoba, hanya dirinya dan seorang teman saja yang masih hidup. Sisanya? Sudah meninggal dunia karena berbagai sebab, seperti overdosis dan AIDS! 🙁

Pemberi kesaksian yang kedua adalah seorang anak muda berusia 25 tahun. Tampilannya santai, bercelana pendek, memakai kaos oblong, kaki dan tangannya bertato. Seperti juga pembicara pertama, anak muda ini tertular AIDS akibat kecanduannya terhadap narkotika yang menggunakan jarum suntik. Anak muda ini bahkan sudah mengenal obat2an terlarang sejak kelas 1 SMA.

Pembicara ketiga dan keempat adalah wanita. Keduanya tertular HIV dari suami mereka yang positif mengidap HIV.

Pembicara yang keempat kelihatannya lebih tegar daripada yang ketiga. Dia dulu pernah dipecat dari tempat kerjanya gara2 HIV. Rupanya lingkungan kerjanya belum bisa menerima atau bekerja sama dengan seorang ODHA. Kini, kalau tidak salah dia aktif dalam program2 konseling dan bimbingan kepada para ODHA/OHIDA.

Mengacu kepada pembicara pertama dan kedua, sekali lagi kita menemukan hubungan yang erat antara narkoba dan HIV/AIDS. Makin banyak pengidap HIV atau penderita AIDS yang juga pecandu berat narkoba. Ibaratnya, kalau kecanduan narkoba itu ejakulasinya, maka tertular HIV/AIDS itu seperti orgasme yang mengiringinya. Nyaris takt erpisahkan.

Wah, tapi dari kegiatan ini, saya pribadi menjadi semakin sadar HIV/AIDS. Dari brosur2, booklet2 ataupun poster2 dan foto2 yang tersebar di arena kegiatan ini, saya mendapat tambahan informasi tentang penyakit maut ini. Dan mudah2an menjadi semakin peduli ya.

Mari hentikan serangan HIV/AIDS!!!

Foto2 lengkap dari kegiatan ini bisa dilihat di sini.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.