``

buku Sang Pemimpi

Akhirnya selesai juga saya menyelesaikan buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi: Sang Pemimpi. Walaupun tebalnya hanya separuh dari buku pertamanya, tapi cerita di dalamnya tetap seru dan mengesankan.

Kalau di buku pertama, Laskar Pelangi, tokoh utamanya adalah Ikal dan anggota Laskar Pelangi lainnya, maka di buku kedua ini, pusat cerita beralih kepada Ikal dan Arai, saudara jauh Ikal, serta seorang sahabat mereka bernama Jimbron.

Di buku Laskar Pelangi, yang diceritakan adalah masa2 para anggota Laskar Pelangi sejak dari mulai sekolah di bangku SD hingga kelas 3 SMP. Sedangkan di buku Sang Pemimpi, masa2 yang diceritakan adalah ketika Ikal, Arai dan Jimbron duduk di bangku SMA.

Nah, sedikit yang agak mengganjal buat saya adalah soal si Arai ini. Dalam buku Sang Pemimpi ini, dikisahkan bahwa Ikal dan Arai ini sudah dekat sekali sejak kecil dan itu berarti sejak Ikal masih SD. Namun di buku Laskar Pelangi, nama Arai sama sekali tidak disebutkan (atau mungkin saya yang lupa ya?). Padahal, mestinya antara Arai dan para anggota Laskar Pelangi saling mengenal. Mungkin ada maksud tertentu dari penulis sehingga mereka sengaja tidak diceritakan secara bersamaan.

Dalam bab2 akhir buku kedua ini, diceritakan pula bahwa si tokoh utama, Ikal, berhasil kuliah dan lulus sebagai sarjana, tapi tidak diceritakan secara detail masa2 kuliah tersebut. Mungkin masa2 ini akan diceritakan di buku selanjutnya?

Secara umum, buku kedua ini sedikit lebih ringan dibanding buku pertama. Tapi, kita masih bisa menikmati keahlian sang penulis dalam memilih dan merangkai kata2. Sangat sastrawi!

Disamping itu, Andrea Hirata juga banyak menyelipkan humor2 yang cukup membuat pembaca tersenyum2 simpul. 🙂

Next: buku ketiga, Edensor. 😀

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.