``

perkenalan saya dengan lembah hitam musik rock

Periode tahun 90-an menorehkan kenangan tersendiri buat diri saya. Pada awal2 tahun 90-an itulah saya mengenal apa itu musik rock dan kemudian mulai menggemarinya. Sebelum itu, cakrawala musik saya masih diselimuti nuansa dangdut dan kasidah, kadang2 juga musik gambus.

Sebenarnya, perkenalan saya dengan musik cadas ini tidak terlepas dari pengaruh sepupu2 saya yang mengoleksi kaset2 grup musik rock pada jaman itu. Saya masih ingat salah seorang saudara sepupu saya mempunyai ratusan kaset grup musik heavy metal, kebanyakan dari luar negeri. Koleksinya tersebut bahkan mengisi separuh dari kamar tidurnya yang dindingnya penuh tertutup oleh poster2 grup musik rock yang sedang beken saat itu.

Karena tiap hari telinga saya dicekoki oleh hingar bingar jenis musik ini, mau tak mau saya juga mulai ikut menyukainya. Saya mulai hafal lagu2 yang dibawakan oleh grup2 musik heavy metal saat itu. Bahkan saya juga hafal nama2 bule berambut gondrong personil grup2 band tersebut. Sebut saja Tico Torres, Nikki Sixx, Mick Mars, Sebastian Bach....hayooo, siapa saja mereka?!!! Keren2 kan namanya?

Nama2 band-nya so pasti saya ingat di luar kepala. Waktu itu saya duduk di kelas 6 SD dan nama2 seperti Bon Jovi, Skid Row, Motley Crue atau White Lion lebih melekat di otak saya daripada materi pelajaran hafalan untuk EBTANAS. Sayangnya tidak ada pertanyaan tentang siapa vokalis Motley Crue atau gitarisnya Warrant atau judul single terbaru Guns N' Roses di soal2 EBTANAS, akibatnya saya lulus SD dengan nilai pas2an. 😀

Pengaruh musik cadas tidak hanya menggeser selesa musik saya, tetapi juga kelakuan saya. Saya makin sering jingkrak2 di atas kasur sambil mendengarkan musik2 band heavy metal dan membayangkan sayalah yang sedang berdiri di atas panggung di depan ribuan penonton. Untungnya perilaku saya ini tidak sampai ketahuan oleh para sepupu dan pakde/bude saya, kalau tidak mungkin saya sudah diikat dan dibawa ke psikiater. Mengharukan sekali.

Untungnya lagi, peraturan di sekolah saya tidak membolehkan muridnya berambut gondrong dan guru ngaji saya mengatakan kalau tato itu haram hukumnya dan bisa membuat orang mendapat siksa kubur. Kalau tidak, mungkin penampilan saya sudah berubah menjadi anak kecil yang kurus kering dan berkulit hitam tapi berambut gondrong dengan tubuh dipenuhi tato.

Kaset grup rock luar negeri yang pertama saya beli adalah album milik Ugly Kid Joe. Wah, itu benar2 saya beli dari tabungan uang jajan saya lho. Kalau tidak salah lagunya cuma 5 atau 6 biji, karena memang album itu album mini. Tapi, saking senangnya, kaset tersebut saya putar terus bolak balik nonstop 7 hari 7 malam. Judul albumnya As Ugly as They Wanna be.

Yang lebih membuat saya senang dan bangga adalah saya berhasil mempengaruhi teman2 saya untuk membeli kaset Ugly Kid Joe juga. Hahaha, lucu sekali kalau ingat wajah2 mereka yang seperti terbius waktu saya memperdengarkan lagu2 Ugly Kid Joe kepada mereka.

Entah bagaimana kabar grup ini sekarang ya? Nyaris tak terdengar...[update: ternyata ada account MySpace mereka loh]

Yah, demikian sekilas perkenalan saya dengan musik cadas. Kapan2 saya lanjutkan lagi dengan posting terkait.

menutup posting sambil mendengarkan lagu Welcome to the Jungle milik Guns N' Roses

Maaf kalau judul posting ini agak hiperbolis...

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.