``

saya datang, saya lihat, tapi belum tentu bisa menang

Fitur iOS 6 yang paling banyak menuai kekecewaan adalah Maps. Keputusan Apple untuk mengganti aplikasi Google Maps terbukti terlalu prematur, karena pada kenyataannya performa Apple Maps belum memuaskan. Apalagi jika dibandingkan dengan Google Maps yang selama ini dikenal sangat stabil, lengkap dan handal.

Sepertinya perlu effort yang lebih besar lagi bagi Apple supaya aplikasi Maps besutan mereka ini bisa menyamai atau menyaingi keberadaan Google Maps. Tentu tantangannya sangat berat, terutama jika mengingat bahwa Google telah mengembangkan Google Maps sejak dari beberapa tahun yang lalu.

Pada September 2010 Apple pernah memperkenalkan Ping, sebuah aplikasi jejaring sosial yang terintegrasi dengan iTunes. Setelah berjalan sekian lama, ternyata Ping ini tak mendapatkan respon yang diharapkan sehingga akhirnya Apple menutup layanan ini efektif hari ini tanggal 30 September 2012.

Menjadi raksasa di suatu bidang memang tidak menjamin sebuah perusahaan akan sukses di bidang yang lain.

Apple yang sangat sukses dengan produk-produk seperti iPhone, iPad, Mac dan iPod, misalnya, ternyata keok juga ketika mencoba bertarung di bidang lain seperti jejaring sosial yang selama ini dirajai Facebook, atau ya dengan Maps tadi di mana sekarang sudah ada beberapa pemain besar di bidang peta dan navigasi yang sudah lebih mapan.

Google pun demikian. Ingat Google Wave atau Google Buzz? Kedigdayaan Google sebagai penyedia layanan pencari ternyata tak lantas membuat mereka langsung berjaya dalam urusan jejaring sosial. Baru setelah mereka meluncurkan Google+ akhirnya Google bisa sedikit bermain dengan agak tenang di bidang ini.

Microsoft yang belum pernah sukses dengan sistem operasi mobile-nya. Padahal sistem operasi Windows mereka boleh dibilang menguasai pasar dunia.

Toko buku online terbesar di dunia, Amazon, sedang berusaha masuk ke arena perangkat tablet. Tapi sampai saat ini kelihatannya mereka belum benar-benar bisa meraih porsi pasar yang diinginkan dalam dunia pertabletan.

Rasanya masih banyak contoh-contoh lain yang serupa ya.

Intinya sih menurut saya, diperlukan kerja keras dan fokus yang luar biasa bagi sebuah perusahaan untuk menghasilkan produk kelas dunia dan menguasai pasar global. Dan butuh satu juta kali kerja keras dan fokus yang luar biasa untuk bisa terjun ke bidang lainnya dan kemudian menjadi pemain besar di bidang yang baru diterjuni itu. 🙂

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.