``

sebuah pekerjaan yang berat

Ternyata menyampaikan sebuah berita yang tak menyenangkan itu berat. Berat sekali. Seperti yang saya alami tadi pagi ketika harus memberitahu seorang pegawai saya bahwa hubungan kerjasama antara kami mesti berakhir bulan ini.

Saya undang dia untuk hadir di kantor saya sebelum jam 9 pagi ini. Dia pun datang dengan pakaian yang cukup rapi dan tampang berseri. Mungkin dia menyangka akan diberi bonus atau setidaknya ada tambahan pekerjaan lain.

Seketika lidah saya terasa kelu. Apalagi saya harus tetap menatap sorot matanya ketika berbicara. Namun berita ini tetap harus disampaikan.

Intro pembicaraan berkisar ke hal-hal yang sudah dilakukan oleh si pegawai ini selama 2 bulan terakhir. Semuanya tentang pencapaian. Dan tentunya ucapan terima kasih.

Lalu, saya masuk ke bagian yang tidak mengenakkan. Saya katakan hal yang sesungguhnya terjadi, bahwa perusahaan sudah melakukan evaluasi atas kinerja si pegawai. Dan bahwa perusahaan sedang dalam kondisi yang kurang baik untuk terus memperkerjakan dirinya.

Saya juga katakan bahwa ini tak semata-mata karena andil si pegawai, tapi juga kesalahan kami sebagai pengelola perusahaan karena kami tak benar-benar membimbing dan menyiapkan semua perangkat untuk mendukung kinerjanya.

Saya minta maaf. Dia hanya tersenyum kecil.

Lalu pembicaraan saya alihkan ke topik lain. Suasana mengalir ke hal-hal lain yang lebih cair. Tentang keluarga, tentang kuliah, tentang cita-cita. Saat itu mudah-mudahan yang duduk bukan lagi antara pemberi kerja dan mantan pegawainya, tapi antara dua orang teman yang berkenalan lewat jalur pekerjaan.

Sepuluh menit kemudian dia pamit dari kantor saya. Dan saya kembali menyelesaikan sebuah draft memo yang tadi sedang saya kerjakan.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.