``

sinis atau kritis?

Hari rabu yang lalu, saya kebagian tugas untuk memberikan presentasi ke sekitar 25 orang pegawai tingkat supervisor yang sedang mengikuti kursus dasar kepemimpinan. Materi yang saya bawakan berkaitan dengan penilaian kinerja dan administrasi penggajian di perusahaan tempat saya bekerja.

Awalnya, pembukaan presentasinya cukup mulus dan lancar. Saya bahkan hampir tidak merasa gugup saat melakukan perkenalan diri dan pembukaan presentasi. Tapi ketika di tengah2 presentasi ada seorang peserta yang bertanya tentang sesuatu hal, saya mulai agak grogi.

Penyebabnya adalah saya kurang bisa memberikan jawaban yang tepat terhadap pertanyaan yang dia tanyakan. Sebenarnya saya bisa saja menjawab bahwa hal itu adalah aturan yang sudah ditetapkan oleh manajemen, tapi kok waktu itu saya merasa kalau jawaban itu kurang tepat. Akhirnya saya bilang kalau pertanyaan tersebut akan saya tampung dalam parking lot.

Saya pun melanjutkan presentasi saya. Eh, tidak lama peserta yang sama kembali bertanya dan lagi2 pertanyaannya tidak bisa saya jawab.

Dan itu berlangsung hingga 3 kali, sampai akhirnya sang moderator kursus mengingatkan kalau pertanyaan yang diajukan hendaknya masih berkaitan dengan materi yang diberikan.

Fiuh...dalam hati saya tersadar kalau pertanyaan2 yang diajukan oleh peserta tersebut memang bukan dalam kapasitas saya untuk menjawab. Saya mungkin terbawa juga oleh gaya bertanya dia yang menurut saya cukup sinis. Atau kritis ya?

Tapi untungnya saya bisa menyelesaikan juga tugas presentasi saya yang berlangsung 3 jam itu.

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.