``

smoke on the water

Setelah membaca posting pak Budi tentang sex, drugs & rock n' roll, pikiran saya malah langsung terbang ke masa lalu saya ketika saya masih suka merokok. Tepatnya ketika saya masih rutin merokok. Mestinya posting ini saya buat ketika Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang lalu ya, tapi ya sudahlah, baru sekarang muncul mood untuk menulis.

Sebenarnya saya tidak pernah benar2 menjadi perokok berat. Mungkin saya lebih tepat disebut perokok yang tidak konsisten. Kadang2 bisa jadi perokok berat (bahkan pernah menghabiskan satu bungkus rokok sehari), kadang2 saya juga jadi perokok yang ringan (sebungkus baru habis dalam waktu 12 hari).

Asal mula saya merokok itu dimulai ketika saya baru saja menerima kabar kelulusan saya di UMPTN tahun 1997. Seingat saya, malam harinya saya menonton bioskop bersama beberapa teman. Nah, disitulah saya pertama kali menghisap asap rokok secara terang2an. (Sebelumnya, waktu saya masih SMP, saya pernah mencuri beberapa batang rokok milik Ayah saya, kemudian mencoba menghisapnya di halaman belakang rumah secara sembunyi2).

Sejak saat itu, saya mulai terbiasa untuk merokok, apalagi kalau sedang berkumpul bersama teman2. Mulai dari taraf sebagai perokok pasif...pasif membeli maksudnya, alias minta ke teman. Sampai ke taraf perokok aktif...aktif meminta ke teman. Hehehe...

Walaupun begitu, saya tidak pernah merasa kecanduan. Buktinya, sesering apapun saya merokok, tetapi ketika sedang berlibur atau berkumpul bersama orang tua dan keluarga, saya bisa tuh tidak merokok selama berhari2 tanpa merasa sakaw. Mungkin ada benarnya juga saya masuk kategori orang yang merokok karena pertemanan (social smoker).

Ketika sudah bekerja pun saya masih merokok. Teman2 saya sering bilang kalau saya tidak pantas merokok, kata mereka **tampang **saya tidak cocok jadi perokok. Tapi saya tidak percaya, wong merokok kok tergantung oleh tampang sih. Jadi, saya tetap merokok walaupun anjing menggonggong.

Sampai suatu saat, **paru2 **saya terserang penyakit yang cukup parah yang mengharuskan saya untuk berhenti merokok sama sekali. Sejak saat itu saya berusaha menjauhi rokok. Pernah sesekali saya merokok lagi, tapi saya lakukan dengan **hati2 **(mudah2an ada pengaruhnya).

Mudah2an sekarang dan di masa yang akan datang, saya makin terbebas dari merokok. Apalagi setelah menyadari kalau merokok itu dapat menyebabkan kerusakan yang serius dan parah pada mata kalau bara api rokok mengenainya.

Mari kita berhenti merokok!

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.