``

tak ada internet, jadi tahu kenapa dunia itu makin rata

Empat hari belakangan ini, saya hampir benar2 terasing dari internet. Saya hanya bisa mengakses email, itupun dilakukan melalui handphone saya dengan mengandalkan jaringan GPRS yang tidak terlalu handal. 🙁

Karena tidak melakukan aktivitas apa2 di internet, waktu yang ada justru saya habiskan dengan membaca buku yang sudah cukup lama saya beli tapi belum sempat habis untuk dibaca: The World is Flat, karangan Thomas L. Friedman.

Karena buku ini ditulis dalam bahasa Inggris, dan saya baru belajar bahasa Inggris kemarin sore, maka saya perlu waktu dan usaha yang keras untuk membacanya. Itulah sebabnya, setelah jungkir balik membacanya pun, saya baru bisa menghabiskan sepertiga dari isi buku tersebut. Masih a long long way to go... 🙁

Walaupun begitu, saya berani menyimpulkan kalau buku yang sangat terkenal ini memang buku yang menarik untuk dibaca, baik dari segi isi maupun cara penyampaiannya (bahasanya).

Banyak sekali hal yang dibahas dalam buku ini adalah hal2 yang hampir semua dari kita sudah mengetahuinya. Tapi, sang penulisnya berhasil merangkai hal2 tersebut menjadi saling berhubungan dan itulah yang kemudian membuat dunia ini menjadi makin rata.

Thomas menyebutnya sebagai Flattener (atau perata(?) dalam bahasa Indonesianya ya?) dan dalam buku ini ada 10 Flattener yang membuat dunia menjadi rata.

10 Flattener tersebut adalah:

  1. 11/9/89 (November 9, 1989)
  2. 8/9/95 (August 9, 1995)
  3. Work Flow Software
  4. Uploading
  5. Outsourcing
  6. Offshoring
  7. Supply-chaining
  8. Insourcing
  9. In-forming
  10. The Steroids

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai masing2 Flattener di atas, silakan baca bukunya ya. Saya saja masih harus menghabiskan 400-an halaman lagi. Hehehe... 😀

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.