``

tentang fhm (fisto haus majalah)

Kalau disuruh mengisi biodata atau quiz, atau ditanya apa hobi saya, secara default saya akan menulis bahwa hobi saya adalah membaca. Padahal hobi membaca itu bawaan waktu saya masih kecil, eh tapi malah kebawa terus sampai sekarang. Padahal (lagi) hobi saya sebenarnya banyak, bertambah banyak seiring dengan bertambahnya umur. Contohnya, saat ini saya sedang hobi pacaran. Hahaha...

Tapi kegiatan membaca memang tidak bisa lepas dari kehidupan saya. Apa saja saya baca, mulai dari koran, tabloid, majalah, stensilan, novel, komik, hingga blog dan situs2 di internet. Sayangnya, waktu kuliah, saya paling malas membaca buku2 pelajaran atau diktat2 perkuliahan. 🙁

Nah, di antara semua bahan bacaan, mungkin yang paling sering saya baca adalah majalah dan koran. Alasannya, kedua bacaan itu paling ringan. Iya, baik majalah maupun koran itu bisa dibaca di mana saja dan kapan saja.

Walaupun begitu, sekarang saya tidak berlangganan koran maupun majalah. Kalau koran, setiap hari saya bisa baca di kantor, atau kadang2 saya lebih suka membeli eceran saja.

Begitu juga dengan majalah, saya lebih sering membeli majalah secara insidental. Kalau kebetulan ada majalah yang menarik isinya ya langsung saya beli, apapun majalah itu.

Dulu, waktu saya pindahan dari tempat kost ke rumah saya sekarang, saya terpaksa meninggalkan hampir dua tumpuk majalah yang masing2 hampir setinggi 1 meter. Saat itu saya baru sadar kalau saya termasuk sering membeli majalah dan sebagian besar terbeli secara tak terencana.

Nah, beberapa hari yang lalu, saya bongkaran rumah untuk persiapan pindah. Dan ternyata jumlah majalah yang saya beli juga sudah cukup banyak, walaupun tidak sebanyak sewaktu di tempat kost. Setelah dikumpulkan dan ditumpuk, saya meminta seorang teman untuk mengambil seluruh majalah itu, kecuali...beberapa majalah yang masih sayang untuk dilepas. Beberapa yang masih saya simpan adalah majalah2 National Geographic dan Intisari.

Selain itu, ternyata saya mempunyai koleksi majalah FHM yang cukup banyak. Tidak komplit setiap edisi ada sih, tapi lumayan lengkap lah. Padahal saya hanya membeli majalah FHM ini kalau sempat atau kalau kebetulan isinya kira2 menarik. Tapi loh kok jadi banyak ya. Hehehe...

Tentang FHM ini, saya punya alasan khusus kenapa saya sering membelinya: isinya nakal tapi cerdas. Menurut saya, itulah kekuatan majalah ini. Artikel2nya juga menarik. Begitu juga dengan kisah2 singkat atau humornya.

Kalau mengenai profil model atau foto2nya, saya sih tidak terlalu memperhatikan. Tapi ya tetap saya pelototin sih. Hahaha...

Mungkin majalah2 itu akan saya bawa saja deh ke tempat yang baru. Lumayan buat dijadikan koleksi. 😀

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.