``

Paling Suka Kerja di Negara Apa?

Kalau saya ditanya, paling suka kerja di negara apa? Indonesia, Qatar, atau Australia? Jawaban saya: saya suka semuanya. Iya, karena tiap negara punya plus dan minusnya masing-masing.

Di Indonesia, job security-nya paling bagus menurut saya. Undang-undang tenaga kerja sangat memihak ke pekerja, sehingga pemberi kerja atau perusahaan tak bisa seenaknya memecat pekerja. Jikalau harus terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pun, perusahaan harus membayarkan kepada pekerja: uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima oleh pekerja (misalnya cuti tahunan yang belum diambil, dan lain sebagainya).

Gaji di Indonesia relatif lebih kecil? Betul, memang jika dibandingkan dengan gaji pekerja di beberapa negara lain, secara rata-rata gaji di Indonesia lebih rendah secara nominal. Namun perlu diingat juga bahwa biaya hidup di Indonesia pun relatif lebih rendah.

Di Indonesia juga ada yang namanya tunjangan hari raya, atau THR. Ini tunjangan yang sifatnya wajib dibayarkan kepada pekerja pada saat menjelang hari raya keagamaan. Besarnya adalah 1 bulan upah pekerja. THR ini tidak saya temukan baik di Qatar maupun di Australia.

Berikutnya, bagaimana dengan bekerja di Qatar? Jujur saja, gaji di Qatar memang paling generous dibandingkan dengan Australia, apalagi dengan Indonesia. Selain nominalnya yang cukup besar, kebanyakan perusahaan di Qatar juga memberikan tunjangan untuk rumah, transportasi, dan lain-lain, secara cash. Iya, kebanyakan remunerasi di Qatar memang dibayarkan secara cash. Sebagai pekerja, kita tinggal mengatur pengeluaran masing-masing saja supaya ada yang bisa disisihkan buat ditabung atau dikirim ke tanah air.

Banyak perusahaan di Qatar yang memberikan bonus tahunan kepada para pekerjanya. Besarnya beragam tergantung jenis industri dan kondisi keuangan perusahaan.

Banyak pula perusahaan yang memberikan bantuan pembelian kendaraan, karena kendaraan pribadi memang sangat krusial mengingat belum adanya transportasi publik yang memadai. [1]

Oh iya, satu lagi, semua penghasilan pekerja di Qatar adalah bebas pajak.

Terakhir adalah Australia. Di antara ketiga negara yang sudah saya tinggali, Australia ini berada di tengah-tengah dalam hal besaran atau nominal remunerasinya. Untuk biaya hidup, menurut saya Australia malah yang paling tinggi. Belum lagi pajaknya yang bisa mencapai lebih daripada 30%. Kalau kita tidak pintar-pintar mengelola pengeluaran bulanan, bisa-bisa tidak ada yang tersisa untuk ditabung.

Namun demikian, dari segi lifestyle, fasilitas publik, kualitas pendidikan dan kesehatan, saya pikir Australia masih yang paling unggul.

Kesimpulannya, saya suka bekerja dan hidup di Australia, dengan biaya hidup seperti di Indonesia, tapi dengan standar gaji di Qatar yang tanpa pajak. Hahaha.


Sistem transportasi publik Doha Metro baru saja mulai beroperasi sejak tanggal 8 Mei 2019. ↩︎

Show Comments

Get the latest posts delivered right to your inbox.